Abu Abdurrahman

Arsip untuk November 11th, 2009

6. Barangsiapa yang menjaga untuk ummatku empat puluh hadits, maka saya akan menjadi syafaat baginya pada hari kiamat. – Palsu

In Hadits Lemah dan Palsu on November 11, 2009 at 7:31 pm

Diriwayatkan oleh Hasan bin Sufyan dalam Arba’in beliau, Tamam dalam al-Fawa’id 2/209, Ibnu Adi 2/15 al-Khathib dalam Syaraf Ashhabul Hadits 1/32 dan lainnya dari jalan Ishaq bin Najih dari Ibnu Juraij dari Atha’ bin Abi Rabah dari Ibnu Abbas secara marfu’.

Sisi cacatnya, pada sanadnya terdapat Ishaq bin Najih, dia seorang yang memalsukan hadits.

Hadits ini mempunyai banyak jalan lainnya, namun semuanya diriwayatkan oleh para pendusta para pemalsu hadits. Oleh karena itu Syaikh al-Abani setelah memaparkanjalan-jalan sanad hadits ini beliau berkata:

Berkata Imam Nawawi dalam Muqaddimah Arba’in beliau: Para Ulama huffadl sepakat bahwa ini adalah hadits lemah, meskipun banyak jalannya. “Maksudnya bahwa banyaknya jalan hadits ini tidak membuat kelemahannya terangkat, ini semua adalah karena sangat lemah dan perbedaan matannya. “Yang benar menurutku bahwa hadits ini palsu, meskipun sangat terkenal dikalangan para ulama, dan karena hadits inilah mereka menulis kitab arba’in, namun seandainya shahih tidak mungkin Allah menjadikan hadits ini hanya diriwayatkan oleh para pendusta”

 

(sumber: hadits palsu dan lemah yang populer di Indonesia : ahmad sabiq bin abdul lathif abu yusuf)

5. Ajarilah anak-anak kalian berenang dan memanah. – Lemah

In Hadits Lemah dan Palsu on November 11, 2009 at 7:24 pm

Diriwayatkan oleh ad-Dailami 2/177 dari jalan Salim bin Amr al-Anshari dari paman bapaknya dari Bakr bin Abdillah bin Rabi’ al-Anshari secara marfu’.

Sisi cacatnya adalah kemajhulan salim ini, sebagaimana dikatakan oleh Imam adz-Zhahabi.

Berkata Imam as-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah dan al-Ajluni dalam Kasyful Khafa’ tentang hadits ini: “Sanadnya lemah.”

Berkata Abu Yusuf: “Namun disyariatkan belajar memanah dan berenang dengan lafadz: “Segala sesuatu yang tidak menyebut nama Allah adalah sia-sia atau kelalaian kecuali empat perkara: Berjalannya seseorang diantara dua sasaran (untuk latihan memanah), melatih kuda, bermain-main dengan istrinya dan latihan renang.”

 

(sumber: hadits palsu dan lemah yang populer di Indonesia : ahmad sabiq bin abdul lathif abu yusuf)

4. Saya adalah kota ilmu dan Ali sebagai pintunya, maka barangsiapa yang menginginkan ilmu hendaklah mendatanginya dari arah pintunya. – Palsu

In Hadits Lemah dan Palsu on November 11, 2009 at 7:20 pm

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam Tahdzibul Atsar, ath-Thabrani alam al-Kabir 1/108, Hakim 3/126, al-Khathib Tarikh Baghdad 11/48, Ibnu Asakir 2/159 dari jalan Abu Shalt Abdussalam bin Shalih al-Harawi, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari A’masy dari Mujahid dari Ibnu Abbas secara marfu’.

Berkata Hakim: “Sanadnya shahih. pernyataan ini dibantah oleh Adz-Dzahab, beliau mengatakan: “Bahkan yang benar adalah hadits palsu”.

Dalam tempat lainnya Imam adz-Zhahab sampai berkata kasar kepada Imam Hakim karena beliau menshahihkan hadits palsu: “Demi Allah hadits ini palsu, Ahmad (Salah seorang perawi dalam sanad hadits-pent) adalah pendusta, alangkah bodohnya engkau padahal ilmumu luas.”

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Hadits ‘Saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya’ lebih parah kelemahannya, oleh karena itu termasuk jajaran hadits palsu meskipun diriwayatkan oleh Tirmidzi dan disebutkan oleh Ibnul Jauzi, namun beliau menjelaskan bahwa semua sanadnya palsu. Kedustaan ini juga bisa dilihat dari matannya sendiri, karena seandainya Rasulullah kota ilmu lalu pintunya hanya satu dan tidak bisa mengambil ilmu dari beliau kecuali dari pintu ini, niscaya Islam akan tertutup, padahal diketahui bahwa Ilmu Rasulullah  baik yang dari al-Qur’an maupun as-Sunnah sudah merambah seluruh dunia, sedangkan yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib sangat sedikit sekali, kebanyakan tabi’in mempelajari Islam pada zaman Umar dan Utsman, juga yang diajarkan oleh Mu’adz kepada penduduk Yaman lebih banyak dari apa yang diajarkan Ali, sedangkan Ali tatkala datang ke kota kufah saat itu sudah ada para Imam Tabi’in semacam Syuraih, Ubaidah, Alqamah, Masruq dan lainnya.

 

(sumber: hadits palsu dan lemah yang populer di Indonesia : ahmad sabiq bin abdul lathif abu yusuf)

3. Perumpaan orang yang belajar pada masa kecil adalah semacam mengukir diatas batu, sedangkan perumpamaan orang yang belajar pada saat sudah tua semacam menulis diatas air – Palsu

In Hadits Lemah dan Palsu on November 11, 2009 at 7:08 pm

Hadits ini disebutkan as-Suyuthi dalam Jami’ Shaghir dari riwayat Thabrani dalam al-Kabir dari Abu Darda’.

Sisi cacatnya adalah Marwan bin Salim as-Syami, Berkata Imam Bukhari: “Munkar Hadits.” Berkata as-Saji: “Pendusta tukang palsu hadits.” Berkata Abu Urubah al-Harani:”Dia memalsukan hadits.”

(sumber: hadits palsu dan lemah yang populer di Indonesia : ahmad sabiq bin abdul lathif abu yusuf)