Abu Abdurrahman

Arsip untuk ‘Hadits’ Kategori

Memperindah Masjid Dan Bermegah-Megahan Dengannya

In Hadits on Mei 6, 2007 at 4:02 pm

Oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil

MUKADIMAH Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya. Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta’ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak. ________________________________ Diantara tanda-tanda lainnya yang menunjukkan dekatnya kiamat ialah orang-orang memperindah, menghias, bermegah-megahan dalam membangun masjid serta membangga-banggakannya. Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berasabda. Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga manusia bermegah-megahan dalam membangun masjid. [Musnad Ahmad 3 : 134 dengan catatan pinggir Muntakhab Kanzul Ummal. Al-Albani berkata Shahih. Lihat : Shahih Al-Jami'ush Shagir 6 : 174, hadits nomor 7298] Dan dalam riwayat Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Artinya : Diantara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah orang-orang bermegah-megahan dalam membangun masjid. [Sunan Nasa'i 2 : 32 dengan syarah As-Suyuti. Al-Albani mengesahkannya dalam Shahih Al-Jami'ush Shaghir 5 : 213, nomor 5771, Shahih Ibnu Khuzaimah 2 : 282, hadits nomor 1322-1323 dengan tahqiq Dr Muhammad Musthafa Al-A'zhami. Beliau berkata =Isnadnya shahih=] Al-Bukhari berkata : Anas berkata, =Orang-orang bermegah-megahan dalam membangun masjid, kemudian mereka tidak memakmurkannya kecuali hanya sedikit. Maka yang dimaksud dengan At-Tabaahii (bermegah-megahan) ialah bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menghiasinya. Ibnu Abbas berkata , Sungguh kalian akan memperindah dan menghiasinya sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani memperindah dan menghiasi tempat ibadah mereka [Shahih Bukhari, Kitab Ash-Shalah, Bab Bunyanil Masajid 1 : 539] Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu melarang menghiasi masjid dan memperindahnya, karena yang demikian itu dapat mengganggu shalat seseorang. Dan ketika beliau memerintahkan merehab Masjid Nabawi, beliau berkata, Lindungilah manusia dari hujan, dan janganlah engkau beri warna merah atau kuning karena akan memfitnah (mengganggu) manusia [Shahih Bukhari 1 : 539] Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada Umar, karena orang-orang tidak mau menerapkan wasiatnya, bahkan mereka tidak hanya memberi warna merah atau kuning, tapi sudah lebih dari itu hingga mengukir dan melukis masjid seperti melukis pakaian. Dan para Raja dan Khalifah sudah bermegah-megahan dalam membangun masjid sehingga sangat mengagumkan. Masjid-masjid yang dibangun dengan kemegahan semacam itu sebagaimana yang ada di Syam, Mesir, Maroko, Andalus dan sebagainya. Dan sampai sekarang kaum muslimin senatiasa berlomba-lomba dan bermegah-megahan dalam memperindah dan menghiasi masjid. Tidak disangsikan lagi bahwa memperindah, menghiasi dan bermegah-megahan dalam membangun masjid termasuk perbuatan berlebih-lebihan dan mubadzir. Padahal, memakmurkan masjid itu adalah dengan melaksanakan ketaatan dan berdzikir di dalamnya, dan cukuplah bagi manusia sekiranya mereka sudah terlindung dari panas dan hujan di dalam masjid. Sungguh diancam dengan kehancuran apabila masjid-masjid sudah diperindah dan mushaf-mushaf sudah dihiasi sedemikian rupa. Al-Hakim At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata. “Artinya : Apalagi kamu sudah menghiasi (memperindah) masjid-masjidmu dan mushaf-mushafmu, maka kehancuran akan menimpamu [1] Al-Munawi [2] berkata , =Maka memperindah masjid dan menghiasi mushaf itu terlarang, sebab dapat menggoda hati dan menghilangkan kekhusyu’an, perenungan, dan perasaan hadir di hadapan Allah Ta’ala. Menurut golongan Syafi’iyah, menghiasi masjid atau Ka’bah dengan emas atau perak adalah haram secara mutlak, dan dengan selain emas dan perak hukumnya makruh [Faidhul Qadir 1 : 367]

Kelemahan Hadits-Hadits Tentang Fadhilah Surat Yasin

In Hadits on Mei 6, 2007 at 3:58 pm

Oleh
Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Muqaddimah

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at (hari Jum’at menjelang khatib naik mimbar, tambahan-peny), ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting.

Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.

Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur’an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur’an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. [Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya]

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin.

Sebagaimana surat-surat Al-Qur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta mengamalkannya.

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN.

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. [Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya]

Hadits Dha’if dan Maudhu’

Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

[1]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya”. [Ibnul Jauzi Al-Maudhu'at 1/247]

Keterangan : Hadits ini Palsu

Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. [Periksa : Al-Maudhu'at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I'tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua'ah hal. 268 No. 944]

[2]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.

Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). [Periksa : Mizanul I'tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465]

[3]. “Artinya : Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. [Periksa : Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I'tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45].

[4]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.

Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H. [Periksa : Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I'tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22]

[5]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali”. [Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman].

Keterangan : Hadits ini Palsu.
[Lihat Dha'if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani]

[6]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali”. [Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman]

Keterangan : Hadits ini Palsu.
[Lihat Dha'if Jami'ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani]

[7]. “Artinya : Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata : Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa : Silsilah Hadits Dha’if No. 169, hal. 202-203) Imam Waqi’ berkata : Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta. [Periksa : Mizanul I'tidal IV:173]

[8]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.

Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar : Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. [Periksa : Taqrib I:355, Mizanul I'tidal II:283]

[9]. “Artinya : Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.

Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

[10]. “Artinya : Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. [Periksa : Mizanul I'tidal IV : 90-91]

Penjelasan.

Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. [Periksa : Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha'if, hal. 113-115]

Khatimah

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala.

Wallahu A’lam

Inilah Yang Terjadi Setelah Kematianmu.

In Hadits on Mei 6, 2007 at 3:48 pm

bin ‘Azib ra. berkata: “Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk melakukan ta’ziah atas wafatnya seorang sahabat Anshar. Dan, ketika telah selesai pemakaman, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk menghadap kiblat dan kami duduk disekitarnya yang seakan-akan diatas kepala kami ada burung (ini adalah isyarat agar diam dan tidak membuat kegaduhan setelah pemakaman). Dan saat itu tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memegang kayu yang ditancapkan kebumi dan beliau memandang ke arah langit, lalu ke bumi. Dan, beliau mengangkat pandangannya dan menundukkannya tiga kali, kemudian Beliau bersabda: “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur, dua atau tiga kali”. Kemudian beliau berkata: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur” sebanyak tiga kali, lalu beliau berkata:

“Sesungguhnya seorang hamba Allah yang beriman jika telah daang kematian untuk meninggalkan dunia dan menuju ke akhirat, maka turun kepadanya para malaikat dari langit dengan muka bersinar bagaikan matahari dengan membara kafan yang halus yang penuh parfum yang harum baunya dari surga, lalu mereka duduk didekatnya. Kemudian datang malaikat yang bertugas mencabut nyawa dan duduk disamping kepalanya, lalu malaikat berkata: “Wahai jiwa yang baik (dalam satu riwayat: Wahai jiwa yang tenang), keluarlah kamu menuju ampunan Allah dan kerelaan-Nya”.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata: “Maka keluarlah ruhnya dengan berjalan pela-pelan seperti mengalirnya tetes air minum, lalu malaikat itu mengambil nyawanya”.

Dalam satu riwayat disebutkan: “Jika ruhnya telah keluar, maka malaikat yang diantara langit dan bumi melakukan shalat jenazah kepadanya, begitu juga malaikat yang dilangit. Dan semua pintu langit dibuka baginya, bahkan setiap penjaga pintu langitpun berdoa, agar ruh orang tersebut naik dari arah pintu mereka”.

Dan ketika malaikat telah mengambil nyawanya, maka nyawa itu langsung diletakkan dalam kafan tersebut. Dan, itulah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

Sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang diantara kamu, maka ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami; dan malaikat-malaikat itu tidak melalaikan kewajibannya (QS Al An’am 61)”

Kemudian ruh itu keluar dan diletakkan pada kafan tersebut dengan semerbak baunya seperti misik yang terdapat di bumi.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata: “Kemudian malaikat membawa naik ruh tersebut ke langit. Dan, setiap malaikat tersebut melintasi gerombolan malaikat, mereka pasti berkata: “Ruh siapakah yang baik ini? “Maka malaikat yang membawa ruh tersebut berkata: ” Si fulan bin fulan, dengan menyebutkan namanya yang terbaik ketika didunia.”Dan, ketika sampai kelangit dunia, maka malaikat pembawa ruh itu mohon dibukakan pintu langit, dan pintunya pun langsung dibuka. Dan setiap malaikat yang didekat pintu langit berikutnya selalu menyambutnya. Yang demikian ini hingga sampai kelangit ke tujuh.

Dan ketika telah sampai dilangit ke tuju, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada malaikat:” Tulislah hamb-Ku ini dalam ‘Illiyin.

“Dan tahukan kamu apakah ‘illiyin itu? Yaitu kitab yang bertulis(kan amal manusia) yang disaksikan oleh malaikat-malaikat muqarrabin (yang didekatkan kepada Allah) : QS. Al Muthaffifin : 19-21″

Lalu dia ditulis didalam ‘Illiyin. Kemudian Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Kembalikanlah dia kebumni. Sebab Aku telah menjanjikan manusia, bahwa Aku menciptakan mereka dari bumi dan kepada bumi Aku akan mengembalikan mereka. Dan, dari bumi juga Aku akan mengeluarkan mereka untuk kedua kalinya.”

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata: “Kemudian nyawa orang tersebut dikembalikan kebumi dan ruhnya dikembalikan ke jasadnya”. Dan, beliau berkata: “Sungguh, dia mendengar suara gesekan sandal kawan-kawannya ketika mereka pulang dari kubur. Kemudian dia didatangi dua malaikat yang sangat keras suaranya. Lalu keduanya mendudukkan orang tersebut dan keduanya bertanya kepadanya dengan suara yang keras: “Siapa Tuhanmu..”? Maka dia menjawab: “Tuhanku adalah Allah”. Lalu keduanya bertanya:” Apa agamamu..?” Dia menjawab: “Agamaku Islam”. Lalu keduanya bertanya: “Siapakah seorang lelaki yang diutus kepadamu?” Dia menjawab: “Dia adalah Rasulullah, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam”. Lalu keduanya bertanya: “Apa ilmumu?” Dia menjawab: “Saya membaca kitabullah (Alquran), lalu saya beriman kepadanya dan membenarkannya.

Dan, dalam satu riwayat disebutkan: “Maka malaikat itu membentaknya dan bertanya: “Siapakah tuhanmu? Apakah agamamu? Dan siapakah nabimu? Dan, ini adalah akhir ujian bagi orang yang beriman. Yang demikian ini adalah yang dimaksud dengan firman Allah subhanahu wa Ta’ala: “Allah memberikan ketetapan kepada orang-orang yang beriman dengan ucapan yang tabah dalam kehidupan dunia dan akhirat” (QS. Ibrahim : 27)

Maka orang tersebut menjawab: “Tuhanku adalah Allah, agamaku adalah Islam, dan Nabiku adalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

Kemudian terdapat suara yang memanggil dilangit: “Benar kata hamba-Ku itu. Maka berilah dia hamparan dan pakaian dari surga, dan bukalah pintu surga baginya”. Beliau berkata: “Kemudian ruhnya diberikan bau surga yang terbaik dan kuburnya diluaskan sejauh pandangan matanya”.

Dan, dalam satu riwayat dikatakan: “Setiap amalnya didatangkan kepadanya dengan bentuk seorang lelaki yang sangat tampan mukanya, bagus pakaiannya dan sangat harum baunya. Lalu dia berkata:” bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu. Bergembiralah dengan ridha Allah dn Surga-Nya yang penuh kenikmatan bagi yang menempatinya. Ini adalah harimu yang dijanjijan kepadamu”. Lalu orang yang meninggal itu berkata: “Dan Anda, orang yang serba diberi kebaikan oleh Allah dan diberi wajah yang tampan, Anda itu siapa?”. Maka dia menjawab:”Aku adalah amalmu yang saleh. Demi Allah. Saya tidak mengetahui kamu, melainkan orang yang giat dan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta sangat lambat dalam maksiat kepada Allah. Maka , semoga Allah membalasmu dengan segala kebaikan.

Kemudian dia dibukakan pintu neraka, dan dikatakan kepadanya: “Ini adalah tempatmu, jika kamu maksiat kepada Allah. Semoga Allah menggantikan tempat yang terbaik bagimu” Kemudian dia dibukakan pintu surga, dan dikatakan kepadanya: “Ini adalah tempatmu”. Maka ketika dia melihat apa yang disurga dia berkata:” Ya Rabb, cepatkanlah hari kiamat agar aku kembali membawa harta dan keluargaku”. Lalu dikatakan kepadanya: “Tenanglah, ini adalah tempatmu.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata:” Adapun orang yang kafir (dalam riwayat: orang yang lacur) ketika dia menghadapi kematian, maka dia didatangi oleh malaikat yang sangat keras dan hitam mukanya dengan membawa kain yang kasar dari neraka. Lalu malaikat tersebut duduk didepannya. Kemudian datang malaikat pencabut nyawa kepadanya dan malaikat itu duduk disamping kepalanya. lalu malaikat itu berkata: “Wahai jiwa yang buruk, keluarlah kamu kepada murka Allah”.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata: Maka malaikat itu mencabik-cabik tubuhnya dan mencabut nyawanya seperti mencabut kain dari duri. Maka keluarlah keringat dinginnya dan uratnya. Dan, semua malaikat yang diantara bumi dan langit mengutuknya, begitu juga malaikat yang dilangit. Dan, semua pintu langit ditutup baginya, sedangkan setiap malaikat yang dipintu langit semuanya berdoa, agar ruhnya tidak melintas disamping mereka.

Kemudian malaikat pencabut nyawa itu mengambil nyawa orang tersebut; dan ketika nyawanya telah dicabut, maka nyawa itu dilemparkan kekain kasar yang dari neraka dan malaikat itu membawa keluar keluar nyawa tersebut dengan bau yang menjijikkan dan baunya sampai dimuka bumi. Lalu malaikat itu membawa naik nyawa tersebut ke langit. Dan, setiap malaikat itu melintasi segerombolan malaikat, maka malaikat-malaikat tersebut berkata: “Ruh siapakah yang buruk ini?” Malaikat yang membawa ruh itu menjawab: “Fulan bin fulan, dengan menyebut namanya yang buruk ketika didunia, maka pintu langit minta dibukakan, tapi pintu itu tidak dibukakan kepadanya. Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca : “Tidak dibukakan kepada mereka pintu-pintu langit; dan mereka tidak masuk surga sehingga unta masuk lubang jarum (QS Al A’raf:40).

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata:”Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Tulisalah dia didalam sijjin dibumi yang paling bawah. Lalu dikatakan: “Kembalikanlah hamba-Ku ini kebumi. Sebab aku telah menjanjikan mereka, bahwa Aku menciptakan mereka dari bumi dan kepada bumi mereka Aku kembalikan. Kemudian Aku akan keluarkan mereka dari bumi untuk yang kedua kalinya. Maka ruh itu dilemparkan dari langit sampai jatuh ke jasadnya:. Kemudian beliau membaca: “Dan, barangsiapa yang musyrik kepada Allah, maka sesungguhnya dia terlempar dari langit, lalu disambarlah dia oleh burung atau tertiup oleh angin dalam tempat yang jauh (QS. Al Hajj:37) lalu ruh itu dikembalikan ke jasadnya”.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata: “Sungguh, dia itu mendengar gesekan sandal kawan-kawannya ketika mereka meninggalkannya”. Lalu dia didatangi oleh malaikat dan keduanya membentak kepadanya sambil mendudukkannya. Kemudian kedua malaikat itu berkata kepadanya: “Siapa Tuhanmu?” Maka dia menjawab: “Ah.. ah.., saya tidak mengerti”. Lalu kedua malaikat itu berkata: “Apa agamamu?” Dia pun menjawab: “Ah.. ah.., aku tidak tahu?” Kemudian malaikat itu bertanya kepadanya lagi: “Apa yang kamu katakan kepada seorang lelaki yang diutus kepadamu?” Maka dia tidak mengetahui namanya. Dan, dia pun dikasih tahu: “Muhammad”. Maka diapun menjawab :”Ah…ah..saya tidak mengerti. Saya telah mendengar manusia mengatakan itu”. Lalu dikatakan kepadanya: “Kamu tidak mengerti dan kamu tidak membaca Al-Qur’an”. Kemudian datang seruan dari langit: Dia hamba yang pendusta. Maka hamparkan baginya hamparan dari api dan bukalah kepadanya pintu neraka”. Dan orang tersebut merasakan panas dan racun api neraka dan kuburnya menjadi sempit hingga memutuskan tulang-tulang iganya.

Kemudian datang kepadanya seorang lelaki yang sangat buruk wajah dan perangainya, buruk pakaiannya dan sangat busuk baunya. Lalu orang tersebut berkata: “Rasakanlah kejahatan yang kamu lakukan. Ini adalah harimu yang dulu dijanjikan kepadamu”. Maka orang kafir itu berkata: “Dan kamu, orang yang dijadikan Allah buruk dan wajahmu juga sangat buruk, siapakah kamu itu?” Lalu dia menjawab:”Aku adalah amalmu yang buruk. Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala, saya tidak melihatmu melainkan sangat lambat untuk taat kepada Allah dan sangat cepat dalam melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, semoga Allah membalasmu dengan keburukan.

Lalu orang tersebut dibentuk dalam rupa manusoia yang buta, tulis dan bisu; dan ditangannya terrdapat martil besar yang kalau digunakan untuk memukul gunung, maka gunung itu akan hancur menjadi debu, maka dia memukul orang kafir dengan martil tersebut sampai hancur menjadi debu. Kemudian Allah mengembalikan orang kafir tersebut menjadi utuh seperti semula, lalu dia dipukul lagi dengan martil tersebut dan dia menjerit keras sekali yang suaranya bisa didengar segala sesuatu kecuali jin dan manusia. kemudian pintu neraka dibuka untuknya dan dia diberi hamparan dari api neraka. Maka dia berkata :” Ya Rabb, janganlah sampai terjadi hari kiamat”

(Sumber : Ahwal AL Qubur Shuwaruha Asbabuha An Najatu Minja, karangan Syaikh Muhammad Majdi Asy-Syahawi – Edisi bahasa indonesia dengan judul “Prahara Alam kubur”)