Larangan Imam Malik Terhadap Ilmu Kalam dan Berdebat dalam Agama

1. Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari Mush’ab bin Abdullah az-Zubairi, katanya, Imam Malik pernah berkata: “Saya tidak menyukai Ilmu Kalam dalam masalah agama, warga negeri ini juga tetap tidak menyukainya, dan melarangnya, seperti membicarakan pendapat Jahm bin Shafwan, masalah qadar dan sebagainya. Mereka tidak menyukai Kalam kecuali didalamnya terkandung amal. Adapun Kalam didalam agama, bagi saya lebih baik diam saja, karena hal-hal diatas.

2. Imam Abu Nu’aim juga meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi’, katanya, Saya mendengar Imam Malik berkata: “Seandainya ada orang yang melakukan dosar besar seluruhnya kecuali menjadi musyrik, kemudian dia melepaskan diri dari bid’ah-bid’ah Kalam ini, dia akan masuk surga.

3. Imam al-Harawi meriwayatkan dari Ishaq bin Isa, katanya, Imam Malik berkata: “Barangsiapa yang mencari agama lewat Ilmu Kalam ia akan menjadi kafir zindiq, siapa mencari harta lewat Kimia, ia akan bangkrut, dan siapa yang mencari bahasa-bahasa langka dalam Hadits (Gharib al-Hadits) ia akan bohong.”

4. Imam al-Khatib al-Baghdadai meriwayatkan dari Ishaq bin Isa, katanya, Saya mendengar Imam Malik berkata: “Berdebat dalam agama itu aim (Cacat).” Beliau juga berkata: “Setiap ada orang datang kepada kita ingin berdebat. Apakah ia bermaksud agar kita ini menolak apa yang telah dibawa oleh malaikat Jibril kepada Nabi Shallallahu alaihi wa salam?”

5. Imam al-Harawi meriwayatkan dari Abdur Rahman bin Mahdi, katanya, saya masuk kerumah Imam Malik, dan disitu ada seorang yang sedang ditanya oleh Imam Malik: “Barangkali kamu murid dari ‘Amr bin ‘Ubaid. Mudahan-mudahan Allah melaknat ‘Amr bin ‘ubaid, karena dialah orang yang membuat Bid’ah Ilmu Kalam. Seandainya Kalam itu merupakan ilmu, tentulah para Sahabat dan Tabi’in sudah membicarakannya, sebagaimana mereka juga berbicara masalah hukum (fiqh) dan syari’ah.”

6. Imam al-Harawi meriwayatkan dari Aisyah bin Abdul Aziz, katanya, Saya mendengar Imam Malik berkata: “Hindarilah bid’ah”. Kemudian ada orang bertanya: “Apakah bid’ah itu wahai Abu Abdillah?”. Imam Malik menjawab: “Penganut bid’ah itu adalah orang-orang yang membicarakan masalah nama-nama Allah, ilmu Allah, dan qudrah Allah. Mereka tidak mau bersikap diam (tidak memperdebatkannya) hal-hal yang justru para Sahabat dan Tabi’in tidak membicarakannya.

7. Imam Abu Nu’aim meriwayatkan dari Imam Syafi’i, katanya Imam Malik bin Anas, apabila kedatangan orang yang dalam agama mengikuti seleranya saja, beliau berkata: “Tentang diri saya sendiri, saya sudah mendapatkan kejelasan tentang agama dari Tuhanku. Sementara Anda masih ragu-ragu. Pergilah saja kepada orang lain yang juga masih ragu-ragu, dan debatlah dia.”

8. Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari Muhammad bin Ahmad al-Mishri al-Maliki, dimana ia berkata dalam Bab al-Ijarat dalam kitab al-Khilaf, Imam Malik berkata: “Tidak boleh menyebarkan kitab-kitab yang ditulis oleh orang-orang yang dalam beragama hanya mengikuti selera, bid’ah dan klenik; dan kitab-kitab itu adalah kitab-kitab penganut Kalam seperti kelompok Mu’tazilah dan sebagainya.

Dan itulah sekilas tentang sikap Imam Malik bin Anas dan pendapat-pendapat beliau tentang masalah Tauhid, Sahabat, Iman, Ilmu Kalam, dan lain-lain.

(Sumber: Aqidah Imam empat, karangan Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais, diterjemahkan oleh Ali Mustafa Yaqub, MA)

1 Comment (+add yours?)

  1. Mustaffa
    Sep 10, 2008 @ 21:14:48

    Saya dibesarkan di dalam pendidikan sekular dimana pendekatan ilmu kalam (dialog) lebih mudah diterima. Bagaimana saya boleh kuatkan kepercayaan saya tanpa menjawab keraguan yang ditimbulkan oleh logik akal?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: