Pendapat Imam Malik Tentang Iman

1. Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari ‘Abd ar-Razzaq bin Hammad, katanya: “Saya mendengar Ibn Juraij, Sufyan bin ‘Uyainah dan Malik bin Anas, mengatakan: “Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.”

2. Imam Abu Nu’aim meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi’, katanya, “Imam Malik bin Anas pernah berkata: “Iman itu adalah ucapan dan perbuatan.”

3. Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari Asyhab bin ‘Abdul ‘Aziz, katanya, Imam Malik berkata: “Ketika Umat Islam shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas bulan, mereka kemudian diperintahkan untuk menghadap ke Masjidil Haram pada waktu shalat. Kemudian turun ayat:

“Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kamu” (al-Baqarah : 143)

Maksud “iman” dalam ayat itu adalah “shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis.” Kata Imam Malik lagi: “Menurut paham golongan Murji’ah, sahalat itu tidak termasuk Iman.

(Sumber : Aqidah Imam Empat karangan DR. Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais, diterjemahkan oleh Ali Mustafa Yaqub. MA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: