Pendapat Imam Malik Tentang Qadar

1. Imam Abu Nu’aim meriwayatkan dari Ibn Wahb, katanya: “Saya mendengar Imam Malik berkata kepada seseorang, “Kemarin kamu bertanya kepada saya tentang qadar, bukankah begitu?”. “Ya”, jawab orang itu. Imam Malik Berkata: Sesungguhnya Allah berfirman:

“Sekiranya Kami menghendaki, Kami akan memberikan petunjuk kepada semua orang. Tetapi telah tetaplah keputusan-Ku, bahwa Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia semuanya” (as-Sajadah : 13)

Maka tidak boleh tidak, ketetapan Allah lah yang berlaku.

2. Qadhi ‘Iyadh berkata: “Imam Malik pernah ditanya tentang kelompok Qadariyah, siapakah mereka itu? Beliau menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu tidak menciptakan maksiat. “Beliau ditanya pula tentang Qadariah. Jawab beliau: “Mereka adalah orang-orang yang berpendapat bahwa manusia itu mempunyai kemampuan. Apabila mereka mau, mereka dapat menjadi orang-orang taat atau menjadi orang-orang durhaka.

3. Ibnu Abi ‘Ashim meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ad al-Jabbar, katanya, “Saya mendengar Imam Malik bin Anas berkata: “Pendapat saya tentang kelompok Qadariyah adalah, mereka itu disuruh bertaubat. Apabila tidak mau, mereka harus dihukum mati.

4. Imam Ibn ‘Abdil Bar berkata: “Imam Malik pernah berkata: “Saya tidak melihat seorangpun dari orang-orang yang berbicara masalah qadar dan ia tidak bertaubat.

5. Imam Ibn Abi ‘Ashim meriwayatkan dari Marwan bin Muhammad at-Tatari, katanya: “Saya mendengar Imam Malik bin Anas ditanya tentang menikah dengan seorang penganut paham Qadariyah. Kata beliau seraya membaca ayat al-Qur’an:

“Seorang hamba saya yang beriman lebih baik daripada seorang musryik” (al-Baqarah : 221)

6. Qadhi ‘Iyadh menuturkan, bahwa Imam Malik menyatakan: “Kesaksian penganut paham Qadariyah yang menyebarkan pahamnya yang bid’ah itu tidak dapat dibenarkan. Begitu pula penganut golongan Khawarij dan pengahum Paham Rafidhah (Syiah).

7. Qadhi ‘Iyadh juga menuturkan, bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang penganut paham Qadariyah, apakah kita tolak pendapat-pendapatnya? Jawab beliau: “Ya, bila ia mengetahui hal itu. “Dalam suatu riwayat Malik berkata: “Tidak boleh shalat menjadi makmum dibelakang penganut paham Qadariyah, dan Hadits yang ia riwayatkan harus ditolak. Apabila kamu menemukan mereka disuatu tempat persembunyiannya, keluarkanlah mereka.

(Sumber : Aqidah Imam Empat karangan DR. Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais, diterjemahkan oleh Ali Mustafa Yaqub. MA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: